Korban "Oknum Bobotoh" Harus di Amputasi



BANDUNG - Pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) membenarkan bahwa saat ini sedang merawat anak Ridho Maulidin (5 tahun). Pasien tersebut diduga menjadi korban tabrak lari yang melibatkan oknum bobotoh sebelum laga Persib Bandung kontra Sriwijaya FC di Stadion Si Jalak Harupat. Pasien dirujuk dari RSUD Soreang ke RSHS pada Rabu, 30 Maret 2016, pukul 20.40 WIB lalu, dengan kondisi yang sangat parah karena kakinya sempat terlindas mobil.

Ridho dirujuk dengan kondisi mengalami luka-luka, kerusakan pembuluh darah akibat patah di kedua tulang paha, disertai syok karena banyak kehilangan darah. Ketika datang, pasien langsung ditangani secara intensif oleh tim dokter yang terdiri dari dokter bedah orthopedi, bedah vaskuler, bedah anak, anestesi dan lain-lain. Keesokan harinya Ridho pun langsung menjalani operasi pertamanya.

“Setelah kondisi pasien dimungkinkan untuk operasi, pada Kamis 31 Maret 2016 dilakukan operasi yang pertama yaitu operasi fiksasi luar (external fixation) dan operasi perbaikan pembuluh darah arteri (repair arteri),” ujar dr. Nucki Nursjamsi Hidajat sebagai Direktur medik & keperawatan RSHS dalam rilis yang diterima awak media.

Saat itu tim dokter mempunyai harapan agar kedua kaki pasien dapat dipertahankan dan dapat memperbaiki pembuluh darah yang rusak. Namun harapan tinggallah harapan, Ridho ternyata harus rela salah satu kakinya diamputasi. Untuk mencegah kondisi kakinya semakin memburuk, tim dokter memilih jalan amputasi yang dilakukan dari kaki sampai setinggi lutut

“Setelah diobservasi selama 2 hari, demi mencegah kerusakan yang lebih berat, pada tanggal 2 April 2016 tim dokter terpaksa melakukan tindakan amputasi pada kaki kiri pasien,” tulisnya.

Saat ini, pasien dirawat di ruang semi intensif RSHS. Setelah menjalani perawatan selama 7 hari, keadaan umum pasien sudah dikatakan baik. Tim dokter pun mempunyai harapan keadaan Ridho dapat terus membaik sehingga dapat segera pulih. (Simamaung)