Kapolda Jabar : Polda Jabar Tidak Bertanggung Jawab Jika ke Jakarta Pergi Terpisah Rombongan



BANDUNG - Kapolda Jabar, Irjen Pol. Jodie Rooseto meminta Bobotoh yang tak memiliki tiket supaya tidak memaksakan diri berangkat ke Senayan. Karena nantinya mereka hanya akan menyulitkan kerja pihak keamanan. Sesuai dengan kebijakan pihak promotor, suporter Persib memang hanya mendapat jatah 40 ribu lembar tiket atau separuh dari total kapasitas stadion. Bobotoh yang tidak kebagian tiket pun diimbau untuk menyaksikan laga lewat acara nonton bareng.

“Bagi teman-teman kita yang tidak kebagian tiket diharapkan tidak usah berangkat, kita menyiapkan kantong-kantong nobar, dari tingkat Polres kita wajibkan akan dimulai dari tingkat kecamatan sehingga bisa dikoordinir,” ujar Jordi ketika diwawancara di Mapolda Jabar, Kamis (31/3).

Imbauan lain dari Kapolda adalah keberangkatan bobotoh yang mempunyai tiket untuk bertolak bersama-sama dari Bandung. Karena dengan begitu ada kontrol dari pihak kepolisian terhadap rombongan. Polda Jabar pun tidak akan bertanggung jawab jika ada bobotoh yang memilih pergi terpisah dari Kota Kembang andai ada sesuatu hal yang tidak diinginkan di tengah jalan.

“Untuk bobotoh yang dari di Bandung dan sekitarnya diharapkan berangkat bersama-sama terkoordinir secara resmi untut mendapatkan pengawalan. Bagi yang berangkatnya tidak terorganisir kita tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

Selain itu dia juga mengingatkan kepada jajarannya untuk teliti dalam melakukan tindakan pencegahan. Salah satunya dengan memeriksa bobotoh untuk tidak membawa barang-barang yang berbahaya. Apabila ada bobotoh yang kedapatan membawa barang terlarang, seperti senjata tajam atau minuman keras, pihaknya akan langsung melakukan tindakan tegas.

“Tentunya Kaporles wajib mengingatkan (bobotoh) supaya tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Kemudian melakukan sweeping bagi yang membawa senjata tajam, miras dan lighter,” pungkasnya. (Simamaung)