Es Scoteng Cita Rasa Original "Skoteng" di Bandung



MAKANAN penutup (dessert) tradisional yang masih digandrungi masyarakat di Bandung saat ini adalah es sekoteng. Jika Anda ingin menikmati cita rasa orisinal sekoteng, Es Sekoteng Bungsu 29 di Jalan Veteran No 29 bisa menjadi pilihan tepat. Pasalnya, kedai ini sudah dikenal masyarakat sejak lebih dari 50 tahun silam, tepatnya sejak 1962.

Es Sekoteng Bungsu 29 pertama kali digagas oleh orang tua Susi Hermalia, pemilik Es Sekoteng Bungsu 29 saat ini. Sejak itu, hidangan ini selalu menjadi pilihan penikmatnya dari dalam dan luar Kota Bandung. Susi mengambil alih usaha orang tuanya ini pada tahun 2000, setelah orang tuanya wafat.

Salah satu alasan pengunjung terus datang ke sini adalah bernostalgia dengan suasana kedai dan kenikmatan menyantap es sekoteng yang terus dipertahankan pemiliknya.

"Ketika mereka SMP, SMA, waktu masih pacaran mereka ke sini. Sekarang mereka sudah punya anak atau cucu masih suka datang ke sini. Rasanya masih seperti dulu," ujar Susi.

Kedainya yang berbentuk lorong dihiasi oleh ratusan foto musisi ternama dunia. "Biasanya di sini juga ada live music. Lagu-lagu lawas tahun 50 sampai 70-an." kata Susi

Es Sekoteng Bungsu 29 masih menggunakan gerobak jati yang telah berusia 50 tahun. Es batu yang digunakan sebagai salah satu komposisi sekoteng bukanlah es balok yang biasa dijual penjaja es keliling. Es dipasok dari produsen es rumahan yang terjaga kebersihannya. "Kebanyakan pelanggan enggak mau kalau pakai es balok," kata Susi.

Kedai ini menghabiskan sekitar 200 porsi sekoteng jika sedang ramai-ramainya. (Tribun Jabar)