Titik Nol Kilometer Bandung dan Mega Proyek Anyer - Panarukan


Mengunjungi titik nol kilometer Bandung, adalah kunjungan sejarah yang tidak bisa diabaikan. Dari sinilah dimulai perkembangan kota Bandung khususnya dan jawa umumnya. Dari titik nol kilometer inilah terbentang jalan panjang Anyer Panarukan.

Gubernur Jendral Hindia Belanda yang mempunyai mega proyek jalan raya pos dari Anyer hingga Panarukan. Daendels ditunjuk menjadi Gubernur Jendral Hindia Belanda oleh Raja Perancis, karena saat itu Belanda sedang dikuasai Prancis. Sekitar 30.000 pribumi terbunuh dalam mega proyek tersebut, jumlah yang sangat banyak. Walaupun terkenal dengan kekejamannya, Daendels merupakan orang yang punya jasa dalam pembangunan Kota Bandung.



Sebenarnya kalau kita perhatikan, jalan raya pos Anyer-Panarukan itu membentang di sekitar pantai utara Pulau Jawa, namun mengapa jalan tersebut belok ke daerah Bandung? Karena pada saat itu hasil bumi dari Priangan sangat banyak, dan dibelokan karena jalan ini juga mempunyai fungsi untuk mengangkut/jalur distribusi hasil bumi tersebut.

Lalu mengapa di tempat itu dijadikan titik nol kilometer Bandung? Jalan raya pos (groote postweg) di daerah Bandung harus membelah sungai Cikapundung, maka dibangunlah sebuah jembatan untuk menghubungkan jalan tersebut. Pada hari peresmiannya, Daendels bersama Wiranatakusumah II, yang menjabat sebagai Bupati Bandung saat itu, sedang berjalan ke arah timur. Lalu pada suatu titik, Daendels menancapkan tongkatnya dan berkata “Zorg, dat als ik terug kom hier een staad is gebouwd”, yang kurang lebih artinya “Usahakan, jika aku kembali ke sini, di daerah ini telah dibangun sebuah kota”. Seperti yang kita ketahui, Bandung, pada tahun 1800-an awal, belum menjadi sebuah peradaban seperti Batavia atau Cirebon.