Cyrus Network : Ridwan Kamil Lebih "Kuat dan Rapi" di Banding Ahok



JAKARTA -  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersaing berat dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil jika keduanya maju pada Pilkada DKI 2017 nanti. Hal ini didapat dari survei yang dilakukan oleh Cyrus Network (CN) pada 23-27 April 2015.

Dari survei tersebut, jika Ahok (sapaan Basuki) disejajarkan dengan Ridwan Kamil dalam pilkada 2017 di DKI nanti, maka mereka mendapat pemilih sebesar 42,5 persen. Sementara itu, Ridwan Kamil mendapat pemilih sebanyak 38,6 persen. Sisanya 13,8 persen ragu-ragu dan 5,1 persen tidak menjawab. 

"Ridwan kamil dianggap sukses dan berhasil mengelola Kota Bandung," kata CEO Cyrus Network Hasan Nasbi saat diskusi dan survei Cyrus Network di Jakarta, Kamis (7/5/2015). 

Dari survei tersebut, Ridwan Kamil dianggap bisa menyaingi Ahok jika maju dalam pilkada mendatang di DKI. Untuk itu, Ahok dinilai perlu membuktikan diri dengan lebih baik. "Bagi Ahok, dari kacamata incumbent, tentu ini ancaman," kata Hasan. 

Sementara itu, sosialisasi Ridwan Kamil di media sosial ataupun media massa juga disebut berhasil. Hal ini terlihat dari akun media sosial yang dimiliki oleh Ridwan Kamil. Aspek media sosial ini juga dianggap penting dalam pilkada untuk DKI.

"Sosial media Ridwan Kamil sangat kuat dan rapi. Relawannya tertib. Di tempat itu, Ahok harus bertempur juga," kata pengamat politik, Phillips J Vermonte, di tempat yang sama. 

Pengamat politik lainnya, Muradi, menyebut Ridwan Kamil cocok jika maju dalam pilkada untuk DKI. Ridwan Kamil dianggap dapat menyatu dengan Jakarta. 

"Dia butuh lingkungan seperti Jakarta yang easy going dan mudah diarahkan," kata Muradi. 

Survei tersebut diselenggarakan pada 23-27 April 2015 dengan metode multistage random sampling. Sementara itu, responden tersebar secara proporsional di semua wilayah kelurahan DKI Jakarta dengan umur minimal 17 tahun. Responden yang terpilih lantas diwawancarai secara tatap muka. Adapun jumlah responden sebanyak 1.000 orang dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error lebih kurang 3,1 persen. (Kompas)