Pertaruhkan Gengsi, Janur Haramkan Persib Kalah


BANDUNG - Pertemuan terakhir Persib dengan Pelita Bandung Raya terjadi pada 30 Oktober 2014 dalam babak 8 besar kompetisi Indonesia Super League. Waktu itu Maung Bandung harus rela takluk dengan skor 2-1 dari sang rival sekota. Pelatih Persib, Jajang Nurjaman mengakui kekalahan itu cukup menyakitkan karena timnya tumbang dalam laga derby. Sehingga di laga besok dia tidak mau harga diri Maung Bandung kembali tercoreng oleh Kim Jeffrey dan kawan-kawan.

“Saya berpikir derby adalah laga penting, walau kita tahu bobotoh lebih banyak dari pendukung PBR tapi tetap tetap panas. Ada gensi tinggi dan ini menurut saya lebih penting dari pertandingan melawan Semen Padang,” ujar Janur dalam jumpa pers di Graha Persib, Senin (6/4).

Laga yang bertajuk derby parahyangan itu memang selalu berjalan sengit dan keras. Tak ayal hujan kartu pun terjadi di beberapa bentrokan terakhir. Namun Janur mengatakan tidak khawatir dengan situasi tersebut dan tetap meminta pasukannya bekerja lebih keras ketimbang laga lainnya. Karena 3 poin menjadi harga mati demi menjaga nama Persib sebagai klub kebanggan warga Bandung.

“Kemenangan akan terus meningkatkan motivasi pemain. Besok semangat mereka harus berlipat, saya sebagai pelatih tidak ingin kalah,” lanjutnya.

PBR sendiri sejatinya sudah tidak menjadikan Bandung sebagai homebase karena telah pindah ke Bekasi. Namun kata Bandung masih melekat di nama klub asuhan Dejan Antonic tersebut. Janur pun tetap menganggap laga ini merupakan duel rival sekota. Sehingga dia serius mengamati sepak terjang sang lawan termasuk catatan mereka di masa pramusim.

“Kami menganggap perkembangan PBR begitu baik, mereka mempersiapkan tim dengan serius. Terbukti dalam persiapan mereka di Bali PBR memainkan permainan impresif. Itu patut kami perhitungkan,” tukasnya. (Simamaung)