Program "Beberes Bandung" harus dibantu semua pihak


BANDUNG - Bertahun-tahun Bandung tidak merengkuh predikat kota terbersih secara skala nasional. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil putar otak menyiapkan strategi guna meraih penghargaan Adipura 2015.

"Sekarang skor Bandung itu 71, kalau menang itu skornya 74. Berarti kurang nilai tiga. Tapi kita sudah evaluasi dan indentifikasi titik-titiknya," ujar Emil, sapaan Ridwan, di Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu (18/3/2015).

Dia mengungkapkan tim penilai Adipura akan menyambangi Bandung pekan depan. Menurut Emil tak ada kata terlambat beberes Bandung agar tampil bersih, indah dan tertib.

Mulai hari ini, Emil melanjutkan, Pemkot Bandung dibantu semua pihak berjibaku memperkuat gerakan kebersihan lingkungan untuk mendongkrak raihan skor. "Titik menjadi perhatian kita itu seperti pasar dan sekolah. Sekolah harus punya kelengkapan pemilihan sampah," ujarnya.

"Kita sudah mewajibkan setiap pedagang di pasar punya karung sampah. Jadi petugas kebersihan tinggal bawa karung sampahnya. Hal itu yang sedang kita kuatkan," kata Emil menambahkan.

Selain itu, Emil segera menyiapkan kontainer sampah di pasar-pasar tradisional. Sorotan lainnya ialah kebersihan kolong jembatan layang Pasupati.

"Hari ini kita bikin program beberes Bandung. Budaya kerja bakti di rutinkan lagi. Setiap kelurahan punya 10 pasukan kebersihan dan 10 pasukan gorong-gorong. Kalikan 150 kelurahan, harusnya dengan jumlah sebanyak itu Bandung harus lebih bersih, tidak mengandalkan PD Kebersihan," tutur Emil.

Pria berkacamata ini menegaskan tak menargetkan Bandung meraih Adipura 2015. "Kalau target Adipura itu tahun depan (2016). Tetapi kalau tahun ini ternyata bisa dengan upaya luar biasa pasukan beberes, ya insya Allah bisa (menang)," ucap Emil.