33 Penembak Jitu Disiagakan saat KAA Berlangsung di Bandung


BANDUNG - Terkait pengamanan selama berjalannya peringatan Konfersi Asia Afrika (KAA) khusus di Kota Bandung, menurut Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan, akan dilakukan secara ketat. Bahkan penembak jitu disiagakan di tempat strategis saat delegasi berkegiatan.

"Untuk sniper pasti ada kami siagalan sebanyak 3 unit, di mana satu unitnya itu terdiri dari 11 orang jadi ada 33 sniper," ujar Iriawan.

Namun, jenderal bintang dua merahasiakan penempatan para penembak jitu untuk pengamanan KAA.

Menurut Kapolda, jalur yang akan dilalui hingga objek yang akan dikunjungi akan ada satu penembak jitu. "Mulai dari Bandara Husein Sastranegara sampai tujuan di Gedung Merdeka pengamanan sudah dipersiapkan dengan matang. Pokoknya kami akan all out," ujarnya.

Tak hanya Kapolda yang mempersiapkan keamanan, Ormas, OKP, LSM dan relawan pun mendaftarkan diri ingin mengamankan tamu delegasi KAA.

Komandan Kodim 0618/BS Letkol Inf Rudi Ramdhan mengatakan, ada sekitar 11 ribu orang dari berbagai elemen yang ingin ikut mengamankan KAA.

"Semua yang ingin menhgamankan KAA harus ditampung namun menjaga di daerah masing-masing," ujarnya.

Menurut Rudi yang akan direkrut secara khusus paling hanya 350 orang untuk keamanan di sekitar Alun-alun tapi tidak masuk pengamanan ring satu.

"350 orang benar-benar di skrining agar tidak mnimbulkan masalah, syararnya pun ketat bisa bela diri, fisik kuat dan tidak tua," ujar Rudi.

Rudi mengaku masih bingung masalah seragam yang akan dikenakan relawan pengamanan KAA karena tak memiliki dana."Identitas pengamanan selain kartu khusus juga harus ada seragam agar bisa membedakan dengan masyarakat," ujar Rudi. Tribun