Tanggul Sungai Cironggeng Ditambal Pagi, Sorenya Jebol Lagi


BANDUNG - Luapan air sungai Cironggeng, Kelurahan Cisaranten Kulon Kecamatan Arcamanik kembali meninggi dan merendam ke-3 RW lainnya setelah sebelumnya merendam 2 RW di RW 6 & 7 pada Jumat sore (06/07). luapan air disebabkan oleh jebolnya tanggul di perbatasan Cisaranten Wetan.

Camat Arcamanik, Mia Rumiasari mengatakan bahwa Walikota Bandung Ridwan Kamil sudah meninjau lokasi bocoran tanggul sungai Cironggeng pada Sabtu siang. "Tadi ada pak wali datang ke sini, beliau meninjau penambalan bocoran Cironggeng, ikut turun juga," ujar Mia saat diwawancarai Tribun melalui telepon.

Dinas Pengairan, Dinas Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran (Diskar) Kota Bandung dibantu oleh warga Cisaranten Kulon sudah berupaya untuk menambal jebolan tanggul sungai Cironggeng sepanjang 20 meter, tapi usaha bersama tersebut gagal karena hujan deras disertai angin kencang yang mendera Bandung pada Sabtu sore.

"Tadi sudah coba ditambal pagi-pagi bareng pak Wali, tapi ternyata hujan deras sehingga tambalannya kembali jebol," ujar Mia. Kini Banjir pun melanda 5 RW yakni RW 5,6,7,8,9 di Kelurahan Cisaranten Kulon dan ketinggian air sudah mencapai paha orang dewasa di titik terparah yakni RW 6.

Asep, Trantib Kecamatan Arcamanik mengatakan diturunkan 4000 karung berisi tanah dalam upaya menambal tanggul Cironggeng pada Sabtu pagi. "Wah sepertinya sudah habis karungnya terbawa arus air,". Asep yang turun menambal tanggul mengaku sudah berhasil menambal setengah tanggul, tapi upaya tersebut gagal karena hujan turun kembali pada sore harinya.

Saat ini pemerintah setempat tengah berupaya untuk mengevakuasi warga Cisaranten yang rumahnya terendam air. "Kami juga sudah mulai bantu evakuasi warga ke rusunawa dan masjid," ujar Asep. sampai saat ini terpantau beberapa warga masih memilih untuk bertahan di rumahnya dan sebagian ada yang mengungsi ke rusunawa atau menumpang di rumah kolega yang tidak terendam banjir.

"Takut pak disini gak ada siapa-siapa, gak ada yang jagain," ujar Neng, salah seorang warga RW 6 yang lebih memilih untuk bertahan untuk menjaga harta bendanya, padahal ketinggian air sudah mencapai paha orang dewasa. ketua RW 6, Dodi(38) sudah memberikan himbauan kepada warga untuk mengungsi.

Pihak Dinas Sosial pun sudah memberikan bantuan logistik makanan untuk warga Cisaranten pada Sabtu pagi, namun belum terlihat aktivitas di dalam dapur umum tersebut sampai Sabtu sore ini. (cr4)