Komunitas Majlis Sastra Bandung


Mengaji sastra di majelis sastra Bandung, dilakukan bersama sastrawan-sastrawan kota kembang ini. Anggotanya bukan hanya satrawan, namun juga terdiri dari fotografer serta aktivis. Semuanya berkedudukan sama, dan diberi kesempatan sama dalam berkarya. Di dalamnya terjadi diskusi dan kritik sastra sehingga lazim disebut mengaji.

Majelis Sastra Bandung

Majelis sastra Bandung berdiri pada tanggal 25 Januari 2009, atas prakarsa beberapa orang. Pemrakarsa tersebut terdiri atas penyair dan wartawan Matdon, penyair Dedy Koral, penulis dan fotografer Aendra H. Medita, penulis Hermana HMT, aktivis Hanief, aktor Ayi Kurnia, dan dramawan Yusef Muldiana. Tampak bahwa perintisnya memang orang-orang yang berbasis sastrawan. Matdon dipercaya sebagai ketua atau disebut dalam majelis ini Rois ‘Am.

Forum atau komunitas sastra orang Bandung ini, sudah pasti basisnya ada di Bandung. Mereka secara rutin melakukan pertemuan bulanan di GIM (Gedung Indonesia Menggugat). Dulunya bangunan GIM adalah bekas landraad atau pengadilan pribumi di zaman penjajahan Belanda. Pemilihan gedung GIM tentu ada alasan yang cukup kuat bagi para sastrawan, yang memang selalu mempunyai keunikan dibanding orang pada umumnya.

Matdon dan rekan-rekan penyair secara teratur mengundang dua hingga empat penyair untuk menghadirkan karya-karyanya. Setelah dilakukan presentasi, peserta yang hadir diberi kesempatan untuk membahas karya tersebut. Maka sudah pantaslah jika forum bulanan tersebut disebut dengan tadarusan sastra. Selain bertatap muka secara langsung, anggota majelis sastra juga dapat melakukan diskusi di jejaring sosial seperti facebook. Sedangkan hasil diskusi atau berita terbaru disampaikan lewat blog komunitas.

Mengaji sastra di majelis sastra Bandung, makin menarik saat diundangnya sastrawan-sastrawan terkemuka dengan karya yang menggugah. Selama setahun terbentuk, komunitas ini telah menghasilkan karya antologi puisi Ziarah Kata. Antologi tersebut dihasilkan di sekitar tahun 2010.

Ziarah kata adalah karya antologi atau kumpulan puisi dari 44 orang penyair. Sajak yang dihasilkan sejumlah 99 judul. Penyair yang karyanya dipajang dalam buku antologi ini, umumnya pernah diundang ke majelis sastra untuk membacakan karyanya atau berdiskusi. Penyair ini umumnya lahir di rentang waktu 1970 hingga 1980-an. Sudah pasti rentang waktu tersebut mengakibatkan perbedaan dalam karya yang dihasilkan. Tidak masalah, sebab makin kaya suatu sastra.

Lebih lengkap mengenai majelis sastra dapat dilihat di alamat pengajiansastra.wordpress.com. Dalam alamat website tersebut terdapat ulasan sastra dan berita terbaru sekitar majelis sastra . Demikian sedikit tentang mengaji sastra di majelis sastra Bandung. Semoga bermanfaat. (sebandung)