Jenasah Pramugari AirAsia Asal Bandung Disambut Tangis Keluarga dan Rekan


BANDUNG - Suasana haru terlihat saat jenazah Wanti Setiawati (30), pramugari senior di maskapai AirAsia tiba di Lanud Husein Sastranegara Bandung, Senin (26/1/2015) sekitar pukul 17.30 WIB. Kedatangan jenasah Wanti, disambut tangis pilu keluarga dan kerabat korban.

Diketahui, almarhumah menjadi salah satu korban dalam tragedi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di perairan Pangkalanbun, Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu. Kejadian itu pun sontak menorehkan kesedihan yang teramat dalam bagi keluarga.

Jenasah Wanti tiba di Lanud Husein Sastranegara menggunakan pesawat Airbus AirAsia PK-AXV. Beberapa kerabat korban sudah menunggu kedatangan jenasah. Setelah jenasah dikeluarkan dari pesawat yang membawanya, beberapa pasukan dari Lanud Husein Sastranegara pun langsung mengusung jenasah korban yang sudah dikemas dalam sebuah peti jenasah.

Foto almarhumah tampak mengawali iring-iringan. Jenasah pun langsung dimasukan ke dalam ambulans yang sudah disiapkan pihak Lanud Husein Sastranegara. Iring-iringan jenasah pun langsung diikuti beberapa mobil kerabat korban yang sudah menunggu.

Diungkapkan Komandan Lanud Husein Sastranegara Ardhi Tjahjoko, pihaknya telah menyiapkan segala sesuatu untuk prosesi pengawalan pengantaran jenasah ke rumah duka di daerah Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Bahkan, pihaknya pun menerjunkan 50 personel untuk melakukan pengawalan jenasah.

"Kami diinformasikan dari Pangkalanbun, Kalimantan Tengah bahwa salah satu korban dalam tragedi terjatuhnya pesawat AirAsia asal Jawa Barat, akan tiba di Lanud Husein Sastranegara pada hari ini sekitar pukul 17.30 WIB. Mendapat informasi itu, kami pun langsung menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan pengawalan jenasah ke rumah duka," ungkap Adhi di Lanud Husein Sastranegara.

Saat kedatangan jenasah di Lanud Husein Sastranegara itu, tampak pula Station Head AirAsia Bandung Bangkit Adi Winanto. Dikatakan Bangkit, dia mengaku kehilangan atas sepeningggalan almarhumah.

"Atas insiden yang terjadi ini, saya secara pribadi berbela sungkawa. Saya turut berduka cita atas meninggalnya almarhumah ini," ucap Bangkit. (Pikiran Rakyat)